charltonhistoricalsociety.org, Biar WA Gak Kena Hack, Aktifkan 6 Settingan Ini Aplikasi pesan instan sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu yang paling banyak dipakai adalah WhatsApp. Lewat aplikasi ini, orang bisa bertukar pesan, mengirim dokumen, melakukan panggilan suara, hingga video call dengan mudah.
Namun, tingginya penggunaan aplikasi tersebut juga membuatnya sering menjadi sasaran kejahatan digital. Banyak pengguna tiba-tiba kehilangan akses akun karena diretas pihak tidak bertanggung jawab. Ketika hal tersebut terjadi, pelaku biasanya memakai akun korban untuk menipu orang lain atau menyebarkan pesan mencurigakan.
Karena itu, menjaga keamanan akun menjadi langkah penting. Untungnya, ada beberapa pengaturan di dalam aplikasi yang bisa membantu meningkatkan perlindungan akun. Jika diaktifkan, akun akan jauh lebih aman dari percobaan pembobolan.
Berikut enam pengaturan penting yang sebaiknya segera diaktifkan agar akun tetap aman.
Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Verifikasi dua langkah merupakan salah satu pengaturan keamanan yang sangat penting. Saat diaktifkan, pengguna harus memasukkan PIN tambahan ketika mendaftarkan nomor telepon pada perangkat baru.
Dengan adanya PIN tersebut, orang lain tidak bisa begitu saja mengambil alih akun meskipun berhasil memperoleh kode OTP. Tanpa PIN yang benar, proses masuk akun tidak akan berhasil.
Cara Mengaktifkan
Masuk ke menu Pengaturan, lalu pilih Akun dan buka bagian Verifikasi Dua Langkah. Setelah itu, buat PIN enam digit yang mudah diingat namun tidak mudah ditebak.
Sebaiknya tambahkan alamat email pemulihan. Jika suatu saat lupa PIN, email tersebut bisa membantu proses pemulihan akun.
Batasi Orang yang Bisa Melihat
Banyak orang tidak menyadari bahwa foto profil dan informasi akun dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital. Mereka sering mengambil foto tersebut untuk membuat akun palsu yang menyerupai pemilik asli.
Agar hal tersebut tidak terjadi, pengaturan privasi perlu dibatasi. Pilih opsi Kontak Saya atau Tidak Ada untuk bagian foto profil, info, serta status.
Langkah Pengaturan
Buka Pengaturan, lalu masuk ke Privasi. Dari sana, pengguna bisa menentukan siapa saja yang dapat melihat foto profil, status, hingga informasi akun.
Dengan pembatasan ini, risiko penyalahgunaan identitas bisa berkurang.
Waspada Perangkat Asing
Akun yang diretas sering kali terhubung ke perangkat lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Hal tersebut bisa terjadi ketika seseorang memindai kode login dari jarak jauh atau ketika ponsel dipinjam orang lain.
Karena itu, penting untuk rutin memeriksa daftar perangkat yang terhubung.
Cara Mengecek
Masuk ke Perangkat Tertaut pada menu pengaturan. Jika terlihat perangkat yang tidak dikenal, segera keluarkan dari daftar.
Langkah sederhana ini dapat menghentikan akses pihak yang mencoba membaca pesan secara diam-diam.
Tambahan Perlindungan di Ponsel
Kunci aplikasi memberikan perlindungan tambahan ketika ponsel digunakan orang lain. Saat pengaturan ini aktif, aplikasi hanya bisa dibuka menggunakan sidik jari, wajah, atau PIN perangkat.
Jika seseorang meminjam ponsel, mereka tetap tidak bisa membuka percakapan di dalam aplikasi tersebut.
Cara Menggunakan
Buka Pengaturan, lalu masuk ke Privasi. Di bagian bawah terdapat opsi Kunci Aplikasi. Aktifkan menggunakan sidik jari atau metode keamanan lain yang tersedia pada perangkat.
Hindari File Berbahaya
Tidak semua file yang dikirim melalui pesan aman untuk dibuka. Beberapa di antaranya dapat berisi program berbahaya yang berpotensi merusak perangkat atau mencuri data.
Dengan menonaktifkan unduhan otomatis, pengguna dapat memilih sendiri file mana yang aman untuk disimpan.
Cara Mengatur
Masuk ke Pengaturan, kemudian pilih Penyimpanan dan Data. Pada bagian unduhan otomatis, ubah pengaturan agar file tidak langsung tersimpan ke perangkat.
Langkah ini membuat pengguna memiliki kendali penuh sebelum membuka file dari pengirim yang tidak dikenal.
Jangan Sembarangan Membagikan Kode OTP
Kode OTP merupakan kunci utama saat seseorang mencoba masuk ke akun. Banyak kasus pembobolan terjadi karena korban tanpa sadar memberikan kode tersebut kepada orang lain.
Pelaku biasanya menyamar sebagai teman atau bahkan mengaku dari layanan resmi. Mereka meminta kode yang baru saja dikirim melalui SMS.
Jika kode itu diberikan, akun bisa langsung diambil alih.
Hal yang Perlu Diingat
Kode OTP hanya boleh digunakan oleh pemilik akun. Tidak ada pihak resmi yang meminta kode tersebut melalui chat atau telepon.
Jika menerima pesan mencurigakan yang meminta kode, abaikan saja dan jangan pernah membagikannya.
Tanda Akun Sedang Bermasalah
Selain mengaktifkan pengaturan keamanan, pengguna juga perlu mengenali tanda-tanda akun sedang mengalami masalah. Beberapa di antaranya seperti:
-
Tiba-tiba keluar dari akun tanpa alasan
-
Pesan terkirim sendiri tanpa diketahui
-
Muncul perangkat yang tidak dikenal pada daftar perangkat tertaut
-
Kontak menerima pesan aneh dari akun tersebut
Jika mengalami hal tersebut, segera lakukan pengamanan dengan masuk kembali menggunakan nomor telepon dan mengaktifkan verifikasi dua langkah.
Kesimpulan
Keamanan akun pesan instan sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya bisa sangat besar. Ketika akun jatuh ke tangan orang lain, data pribadi dan daftar kontak dapat disalahgunakan untuk berbagai tindakan merugikan.
Pengguna WhatsApp dapat meningkatkan perlindungan dengan mengaktifkan beberapa pengaturan penting. Mulai dari verifikasi dua langkah, pengaturan privasi, pengecekan perangkat tertaut, kunci aplikasi, hingga membatasi unduhan file.
Selain itu, sikap waspada juga sangat diperlukan. Jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun dan selalu periksa aktivitas mencurigakan pada akun.
Dengan kebiasaan tersebut, akun akan jauh lebih aman dari percobaan peretasan yang sering terjadi di dunia digital.
